Di era digital, konsep progressive realization menjadi semakin relevan. Transformasi teknologi membawa peluang besar sekaligus tantangan serius dalam memastikan pendidikan yang adil, inklusif, dan bermutu bagi seluruh peserta didik.
Makna Progressive Realization dalam Pendidikan
Progressive realization menegaskan bahwa negara dan pemangku kepentingan pendidikan:
- Wajib bergerak maju, tidak stagnan apalagi mundur dalam pemenuhan hak pendidikan.
- Mengoptimalkan sumber daya yang tersedia, baik finansial, teknologi, maupun sumber daya manusia.
- Menghindari diskriminasi, dengan memastikan setiap kebijakan pendidikan berpihak pada kelompok rentan.
Dalam konteks pendidikan, progressive realization bukan sekadar pembangunan fisik sekolah, tetapi mencakup peningkatan kualitas pembelajaran, kompetensi guru, akses teknologi, serta ekosistem belajar yang berkelanjutan.
Era Digital sebagai Peluang dan Tantangan
Digitalisasi pendidikan mempercepat realisasi progresif, namun juga memperlihatkan kesenjangan yang nyata.
Peluang utama:
- Akses pembelajaran terbuka melalui platform digital dan sumber belajar daring.
- Inovasi metode pembelajaran berbasis teknologi (blended learning, LMS, AI dalam pembelajaran).
- Peningkatan efisiensi manajemen pendidikan dan evaluasi pembelajaran berbasis data.
Tantangan utama:
- Kesenjangan digital (digital divide) antarwilayah dan antar kelompok sosial.
- Ketimpangan kompetensi literasi digital guru dan peserta didik.
- Risiko dehumanisasi pendidikan jika teknologi menggantikan nilai-nilai pedagogis dan karakter.
Implementasi Progressive Realization Pendidikan di Era Digital
Realisasi progresif pendidikan di era digital perlu diwujudkan melalui kebijakan dan praktik yang terencana, bertahap, dan konsisten, antara lain:
- Pemerataan Akses Digital, Negara secara bertahap menyediakan infrastruktur TIK, internet sekolah, dan perangkat pembelajaran digital, terutama di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).
- Penguatan Kompetensi Guru, Transformasi digital menuntut guru menjadi pembelajar sepanjang hayat. Pelatihan literasi digital, pedagogi digital, dan etika teknologi merupakan bagian penting dari realisasi progresif.
- Pengembangan Kurikulum Adaptif, Kurikulum harus responsif terhadap perkembangan teknologi tanpa kehilangan nilai-nilai karakter, kebangsaan, dan kemanusiaan.
- Inklusivitas dan Keadilan Pendidikan, Teknologi dimanfaatkan untuk menjangkau peserta didik berkebutuhan khusus, daerah terpencil, dan kelompok marjinal, bukan sebaliknya.
- Evaluasi dan Akuntabilitas, Setiap tahap realisasi progresif harus dievaluasi secara transparan agar tidak berhenti pada kebijakan simbolik atau program sesaat.
Peran Sekolah dan Kepemimpinan Pendidikan
Kepala sekolah dan pimpinan pendidikan memiliki peran strategis dalam menerjemahkan progressive realization ke dalam praktik nyata di satuan pendidikan, antara lain melalui:
- Kepemimpinan transformasional berbasis visi digital dan nilai.
- Penguatan budaya inovasi dan kolaborasi guru.
- Pemanfaatan teknologi untuk peningkatan mutu layanan pendidikan, bukan sekadar formalitas administratif.
Sekolah bukan hanya pengguna teknologi, tetapi agen perubahan dalam memastikan pendidikan yang bermakna dan berkeadilan.
Progressive realization di bidang pendidikan pada era digital bukanlah tujuan akhir, melainkan proses berkelanjutan. Transformasi digital harus dipahami sebagai sarana untuk mempercepat pemenuhan hak pendidikan secara adil, inklusif, dan bermutu.
Kunci keberhasilan realisasi progresif terletak pada konsistensi kebijakan, kepemimpinan yang visioner, serta komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan pendidikan. Dengan demikian, pendidikan di era digital tidak hanya maju secara teknologi, tetapi juga bermartabat secara kemanusiaan dan berkarakter kebangsaan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar