(Penggiat Isu Pendidikan)
Pendidikan memiliki peran sentral dalam pembentukan manusia sebagai homo educandum, yaitu makhluk yang perlu mendapatkan pendidikan agar dapat berkembang secara fungsional. Namun, persoalan pendidikan di Indonesia masih kompleks dan belum sepenuhnya terselesaikan. Terdapat beberapa isu penting yang perlu dipahami untuk memajukan sistem pendidikan di negara ini.
Salah satu isu yang mengemuka adalah teralienasinya peserta didik dari aktivitas pembelajaran. Dalam banyak kasus, hubungan antara guru dan murid masih cenderung hierarkis, sehingga peserta didik merasa terpisah dari proses pembelajaran dan potensi yang mereka miliki. Selain itu, adanya sekolah-sekolah elit atau unggulan juga dapat menciptakan kelas sosial dan kastanisasi dalam mata pelajaran, memperkuat kesenjangan antara siswa yang terpilih dan yang tidak.
Untuk mengatasi ketertinggalan pembelajaran dan menghasilkan generasi yang unggul, pemerintah mengembangkan Konsep Kurikulum Merdeka. Tujuan kurikulum ini adalah mengatasi masalah pendidikan dengan mendorong pembelajaran intrakurikuler yang beragam dan holistik. Evaluasi pendidikan dalam kurikulum ini menggunakan evaluasi pembelajaran intrakurikuler, memberikan kebebasan pada pendidik dan peserta didik, serta memperkuat profil pelajar Pancasila sebagai bagian dari evaluasi.
Landasan pengembangan Kurikulum Merdeka terdiri dari landasan epistemologis dan landasan aksiologis. Landasan epistemologis menekankan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, memperhatikan keunikan dan kebutuhan individual mereka. Sementara itu, landasan aksiologis menekankan pentingnya pembelajaran yang relevan, kontekstual, dan fleksibel, sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan zaman.
Konsep "Merdeka Belajar" juga menjadi fokus dalam Kurikulum Merdeka. Hal ini mencakup pemberian kebebasan dalam berpikir kepada guru dan siswa, sehingga proses pembelajaran dapat lebih kreatif dan inovatif. Merdeka Belajar juga mendorong terbentuknya karakter jiwa merdeka, yang melibatkan motivasi untuk berpikir bebas, bertindak mandiri, dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan masyarakat.
Penguatan karakter juga menjadi hal penting dalam pendidikan. Karakter yang baik akan menghasilkan nasib yang baik. Oleh karena itu, penting untuk menabur benih karakter, kebiasaan, perbuatan, dan pikiran yang baik dalam pendidikan. Melalui pendidikan yang berfokus pada penguatan karakter, kita dapat menciptakan generasi yang memiliki pencerahan, tugas dan pengabdian, pemahaman, karakter, tindakan nyata, rasa terima kasih, integritas, kesatuan, dan kemuliaan.
Dalam rangka mewujudkan tujuan tersebut, perlu adanya kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, guru, dan masyarakat secara keseluruhan. Dengan mengedepankan pendidikan yang mendorong penguatan karakter dan merdeka belajar, kita dapat menciptakan generasi yang unggul, berdaya saing, dan memiliki nilai-nilai luhur yang menjadi landasan dalam membangun bangsa yang maju.
Dengan menghadapi kompleksitas persoalan pendidikan dan menerapkan pendekatan yang holistik, Indonesia dapat menghadirkan sistem pendidikan yang lebih inklusif, berkeadilan, dan sesuai dengan tuntutan zaman. Pendidikan yang kuat dan bernilai tinggi akan menjadi pilar utama dalam memajukan negara dan mencapai kemajuan yang berkelanjutan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar