Arus listrik selalu ingin mengalir. Ia bergerak dari tekanan tinggi menuju tekanan rendah. Namun, tanpa resistance, arus itu akan meluap, merusak, bahkan menghancurkan sistem yang dilaluinya. Maka diciptakanlah hambatan—bukan untuk menghentikan, melainkan untuk menyelamatkan.
Hidup Juga Mengenal Resistance
Dalam perjalanan hidup, manusia pun memiliki “tegangan”: keinginan, ambisi, harapan, dan cita-cita. Kita ingin bergerak cepat, ingin segera sampai, ingin semua berjalan sesuai rencana. Namun di tengah jalan, selalu ada resistance: penundaan, kegagalan, keterbatasan, dan kekecewaan.
Sering kali kita memaknai hambatan sebagai musuh. Padahal, bisa jadi hambatan itu adalah penjaga. Jika semua keinginan dikabulkan tanpa jeda, mungkin kita akan rapuh, sombong, atau lupa bersyukur. Seperti arus listrik, hidup pun membutuhkan pengendali agar tidak merusak diri sendiri.
Tidak Semua yang Menghambat Itu Menghalangi
Resistance bukan tembok, melainkan penyaring. Ia tidak berkata “berhenti”, tetapi “pelanlah sedikit”. Ia mengajarkan bahwa tidak semua hal harus dipercepat, tidak semua jalan harus dilewati dengan tergesa-gesa.
Dalam kehidupan, orang yang tidak pernah diuji sering kali tidak siap ketika menerima amanah besar. Sebaliknya, mereka yang ditempa oleh banyak hambatan justru memiliki kedewasaan, ketahanan, dan kebijaksanaan.
Antara Ikhtiar dan Ketentuan
Grafis tentang resistance memperlihatkan bahwa arus tetap mengalir, meski terhambat. Begitu pula manusia: teruslah berikhtiar meski jalan tidak selalu lapang. Hambatan bukan tanda ditolak, melainkan bagian dari proses penguatan.
Tugas manusia adalah berusaha dan menjaga niat, sementara hasil adalah urusan Yang Maha Mengatur. Resistance mengingatkan kita bahwa segala sesuatu memiliki takaran—tidak kurang, tidak berlebih.
Jika hari ini hidup terasa berat, mungkin bukan karena kita salah jalan, tetapi karena sedang berada pada fase resistance. Dan seperti dalam hukum Ohm, selama masih ada tegangan dan jalur, arus tidak pernah benar-benar berhenti.
Hambatan tidak hadir untuk mematikan harapan,melainkan untuk memastikan kita cukup kuat saat harapan itu terwujud.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar